Transistor adalah alat semikonduktor yang dipakai sebagai penguat, sebagai sirkuit pemutus dan penyambung (switching), stabilisasi tegangan, modulasi sinyal atau sebagai fungsi lainnya. Transistor dapat berfungsi semacam kran listrik, di mana berdasarkan arus inputnya (BJT) atau tegangan inputnya (FET), memungkinkan pengaliran listrik yang sangat akurat dari sirkuit sumber listriknya (Wikipedia). Dalam Blog ini hanya menjelaskan transistor BJT (Bipolar Junction Transistor)
BJT ada 2 jenis yaitu NPN dan PNP
Daerah Kerja Transistor
sumber : materi perkuliahan Elektronika Dasar Teknik Elektro Universitas Diponegoro
BJT ada 2 jenis yaitu NPN dan PNP
Daerah Kerja Transistor
Dengan memandang bahwa BJT merupakan salah satu komponen aktif dan juga memiliki daerah kerja tertentu untuk tujuan terntentu, maka diperlukan pengaturan dalam pemberian arus yang tepat agar transistor dapat bekerja secara optimal sesuai dengan fungsinya.
Ada tiga cara yang umum untuk memberi arus bias pada transistor, yaitu :
1. Rangkaian dengan CE (Common Emitter),
2. Rangkaian dengan CC (Common Collector), dan
3. Rangkaian dengan CB (Common Base)
1. Rangkaian dengan CE (Common Emitter),
Gambar (a) Rangkaian Common Emitter, (b) Karakteristik output, (c) Karakteristik input
2. Rangkaian dengan CC (Common Collector)
Gambar Rangkaian Common Collector
3. Rangkaian dengan CB (Common Base)
Gambar (a) Rangkaian Common Emitter, (b) Karakteristik input, (c) Karakteristik output
sumber : materi perkuliahan Elektronika Dasar Teknik Elektro Universitas Diponegoro
Menentukan Kaki Transistor
Dapat dilihat pada gambar sebagai berikut :
sumber : https://www.instructables.com/answers/Is-there-any-way-to-find-more-info-about-a-tranzis/

